ANTI KOMUNIS

Siti Lutfiyah UNNES
Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Sebagai Syarat Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan
Pembimbing/Dosen : Pak Giri Harto Wiratomo

Artikel


images (3)ANTI KOMUNIS

Anti-komunisme adalah posisi menentang komunisme. Anti-komunisme terorganisir yang dikembangkan sebagai reaksi terhadap munculnya komunisme, terutama setelah Revolusi Oktober 1917 di Rusia dan mencapai dimensi global selama Perang Dingin.
Negara komunis adalah istilah politik yang digunakan untuk mendeskripsikan bentuk pemerintahan suatu negara yang menganutsistem satu partai dan mendeklarasikan kesetiaan kepada komunisme (Marxisme, Leninisme, atau Maoisme). Negara komunis yang masih ada hingga kini adalah :
• Republik Rakyat Tiongkok
• Transnistia
• Kuba
• Korea Utara
• Laos
• Vietnam

images (1)

Kebiadaban PKI
Untuk kewaspadaan nasional, jangan lupa dengan sejarah agar dijadikan pelajaran jangan melakukan kesalahan yang sama.

  1. Tahun 1960 : Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
  2. Tanggal 17 Agustus 1960 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustuts 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
  3. Pertengahan Tahun 1960 : Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.
  4. Bulan Maret 1962 : PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno, D.N. Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat
  5. Bulan April 1962 : Kongres PKI.
  6. Tahun 1963 : PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.
  7. Tanggal 10 Juli 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
  8. Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
  9. Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI
  10. Tanggal 13 Januari 1965 : Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
  11. Awal Tahun 1965 : PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
  12. Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.
  13. Tanggal 30 September 1965 Malam : Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) :
    1. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.
    2. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.
    3. PKI pun membunuh AIP K.S Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.
    4. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yang berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.
    5. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.
    6. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain :
      • Angkatan Darat : Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo dan Kolonel Infantri A. Latief
      • Angkatan Laut : Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi dan Komodor Laut Soenardi
      • Angakatan Udara : Men / Pangau Laksyda Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo dan Mayor Udara Sujono
      • Kepolisian : Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.
  14. Tanggal 1 Oktober 1965 : PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil alih kekuasaan.
  15. Tanggal 2 Oktober 1965 : Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
  16. Tanggal 6 Oktober 1965 : Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
  17. Tanggal 13 Oktober 1965 : Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
  18. Tanggal 18 Oktober 1965 : PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Persitiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
  19. Tanggal 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
  20. Tanggal 11 Maret 1966 : Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
  21. Tanggal 12 Maret 1966 : Soeharto melarang secara resmi PKI.
  22. Bulan April 1966 : Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.
  23. Tanggal 13 Februari 1966 : Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…
  24. Tanggal 5 Juli 1966 : Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS – RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.
  25. Tahun 1967 : Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di di wilayah terpencil di Selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
  26. Bulan Maret 1968 : Kaum Tani PKI di Selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.
  27. Pertengahan 1968 : TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
  28. Dari tahun 1968 s/d 1998 : Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966.
  29. Dari tahun 1998 s/d 2015 : Pasca Reformasi 1998 Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka merajalela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN pejuang kemerdekaan RI dan Ideologi Komunis tidak akan pernah mati, selama Syetan masih ada di dunia ini.
  30. Di Jogokaryan Kotagede Yogyakarta, PKI bikin ludruk/kesenian rakyat lakonya: MATINE GUSTI ALLAH = MATINYA TUHAN ALLAH.

Ditengah santernya rumor kebangkitan PKI di era pemerintahan Jokowi, sejumlah delegasi dari DPP-FPI mendatangi Kodam Jaya Jakarta untuk menemui Pangdam Jaya Mayjen TNI Agus Sutomo, Senin (10/8).
Dalam pertemuannya, rombongan DPP-FPI yang diketuai oleh KH. Syeikh Misbahul Anam Attijani tersebut memberikan sejumlah bukti data dan fakta terkait adanya gerakan bawah tanah yang dilakukan oleh PKI secara terselubung.
Agus Soetomo yang saat itu didampingi oleh stafnya juga memberikan apresiasi dan respon positif terkait informasi yang diberikan oleh tim delegasi DPP-FPI yang dinilainya sangat membantu tugas TNI.
Dalam sambutannya, Agus Soetomo menjelaskan jika komunisme adalah musuh bersama dan sudah ditengarai masuk kedalam segala sendi kehidupan masyarakat Indonesia sehingga gerakannya perlu diwaspadai oleh seluruh elemen bangsa.
Agus juga mengingatkan, untuk memudahkan penyebaran, komunis menyatu dengan gerakan liberal sehingga bisa menerbitan buku-buku propaganda beraliran komunis, mengadakan seminar dan tayangan film untuk membalikkan fakta sejarah. Bahkan lanjutnya, beberapa waktu lalu sekitar 1200 kepala desa berhasil dikumpulkan oleh kelompok ini di lokasi komplek Monas Jakarta.

Kesimpulan
  • Anti komunisme adalah sebuah gerakan menentang adanya komunisme, dimana komunisme memiliki arti sebuah ideologi namun ideologi dalam hal negatif yang dapat merugikan suatu bangsa karena tindakan seorang komunisme yang sangat kejam.
  • Terdapat banyak kasus melibatkan para komunis yang mengambil alih kekuasaan untuk bertindak tidak sesuai moral dan peraturan yang ada melainkan mereka bertindak sesuka hati menyalahkan kekuasaan dan bahkan ada istilah pembantaian, penculikan, peracunan dan penyiksaan yang dilakukan oleh seorang komunis.
  • Jika kita mengulas sedit tentang sejarah, dalam sejarah PKI telah menculik dan membunuh jenderal senior TNI AD dan membuang mayatnya di lubang buaya, PKI juga menculik dan membunuh seorang kapten bahkan PKI tidak segan membunuh anak yang baru berusia 5 tahun.
  • Setelah melihat kasus sangat tidak terpuji yang telah dilakukan sekelompok PKI, kita harus menolak dan menentang adanya PKI yang ada di pemerintahan maupun di sekitar kita. jika ada seseorang yang ingin mempengaruhi kita, kita harus percaya pada ideologi bangsa indonesia dan kita harus percaya pada pancasila agar tidak terpengaruh kedalam penjerumusan sekelompok PKI yang ingin membentuk persekutuan.

Terima Kasih 

Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Negara_komunis
https://id.wikipedia.org/wiki/Anti-komunisme
http://voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2015/08/19/38667/sebarkan-ini-dia-kebiadaban-pki/#sthash.VaGchOaT.sPsPVbj3.dpuf
http://www.zonasatu.co.id/2015/08/tni-bersinergi-dengan-fpi-antisipasi.html